Dijual Tanah Kebun di Nekamese Kupang

Dijual Tanah Kebun di Nekamese Kupang Dijual tanah kebun di Nekamese Kupang, tanah yang dijual berada di Desa Oemasi Kecamatan Nekamese. Desa Oemasi adalah desa yang terletak antara Kota Kupang dan Baun, merupakan daerah yang mulai berkembang dengan dukungan jalan yang baik (jalan HR Koroh). Tanah yang dijual berada lebih kurang satu kilometer dari jalan HR Koroh ( jalan Kupang – Baun ) ke arah Selatan di jalan menuju ke Kantor Camat Nekamese. Tanah yang dijual berupa tanah kebun dan didalam lokasi tanah tersebut sudah ada sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Cocok untuk dibuat kebun dengan pengelolaan yang lebih produktif atau untuk usaha ternak ayam. Untuk menuju ke tanah yang ditawarkan ada jalan (pengerasan) lebih kurang 60 meter dari jalan aspal.

Fasilitas Tanah yang ditawarkan :                                                                                                    Luas tanah 4.295 m2, Tanah tersebut terdiri dari 2 bidang dengan luas masing-masing 1.895 m2 + 2.400 m2. Tanah dengan luas 1.895 m2 telah bersertifikat hak milik, sedangkan yang lain masih dalam proses pensertifikatan.                                                    Harga Nego : Rp 365.000.000.- (Tiga ratus enam puluh lima juta rupiah)

Lokasi Tanah :                                                                                                                                             Desa Oemasi Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur.

Dijual Tanah Kebun di Nekamese Kupang        Dijual Tanah Kebun di Nekamese Kupang

                                                                                                                                                                        Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Dian Yudianto                                           HP : 0821-4478-1888 (T-sel) / 0852-5349-8888 (WA) / 0858-5932-8888 (Indosat)                     PIN BB : 5CCC108E

Share

RUMAHKU ISTANAKU

rumahku istanakuRumahku istanaku…..adalah ungkapan yang sering kita dengar dan sudah tidak asing lagi bagi pendengaran kita. Orang bisa mengartikan dengan berbagai versi dari ungkapan tentang rumah tersebut.
Kalau kita mau mengamati disekitar kehidupan kita, tidak semua orang memiliki keberuntungan dimasa tuanya, memiliki rumah idaman seperti yang mereka impikan saat mereka muda, bahkan banyak diantaranya mereka tidak memiliki rumah sampai akhir hayatnya.
Apakah ini yang dikatakan takdir ? takdir untuk tidak memiliki rumah ?
Bukankah tidak akan berubah nasib seseorang, kecuali dia sendiri yang merubahnya……..berarti ini adalah takdir yang bisa diubah, tetapi niat, upaya dan doa yang dimiliki tidak cukup kuat untuk merubah takdirnya.
Memiliki rumah adalah impian bagi tiap keluarga, rumah bukan hanya sekedar tempat untuk kita tinggal, lebih banyak fungsi rumah selain sebagai tempat tinggal. Rumah juga bisa memberikan prestige bagi pemilikinya, rumah adalah tempat kita mendidik dan membesarkan anak-anak dan bahkan mungkin cucu-cucu kita. Rumah sebagai tempat beristirahat, tempat berkumpulnya keluarga (keluarga besar), tempat untuk mencari inspirasi bagi orang-orang tertentu, dan sebaginya.

Pernahkah kita berfikir dan bertanya, jika sampai saat ini dengan usia pada range secara teori berada pada range kemapanan tetapi kita belum memiliki tempat untuk bernaung, tidak perlu yang mewah tetapi cukup yang sederhana dan layak untuk kita tinggal, sementara teman-teman kita telah memiliki rumah dan kebutuhan lainnya seperti kendaraan, dan sebagainya. Berarti ada sikap kita yang keliru dalam menata kehidupan keluarga kita untuk merencanakan kepemilikan rumah, jika teman-teman kita dengan usia yang relatif sama, penghasilan, status ekonomi dan pekerjaan yang kita miliki mereka bisa mengelola keuangannya dengan baik sehingga mereka bisa lebih dulu memilki rumah idamannya.
Lalu….apa yang harus kita lakukan untuk bisa merubah keadaan dan bisa memiliki rumah idaman ?

Cobalah untuk mulai membuat impian rumah idaman kita, tidak perlu malu untuk bertanya dan belajar kepada orang yang kita anggap bisa memberikan inspirasi, berbagi pengalaman mereka saat mereka memulai untuk membangun impian mereka dan dari sinilah awal untuk mulai merencanakan kepemilikan rumah idaman kita.
Jangan berkumpul dengan orang-orang pesimistis yang akan merusak impian masa depan rumah kita, mulailah untuk menghitung penghasilan kita dan cara menyisihkan/ menabung sebagian dari penghasilan tersebut untuk modal awal mewujudkan impian kita…….
Paling tidak kita sudah memiliki niat, melakukan action dan cobalah untuk terus memupuk motivasi keinginan untuk segera memiliki rumah idaman kita, dengan membangun atau membeli rumah jadi di Perumahan.

Share